Rabu, 19 November 2014

[Resensi Buku Islam] Fiqh Doa dan Dzikir



Memperoleh ketenangan jiwa tentu adalah dambaan setiap orang. Hal ini didapatkan bukan dari harta benda maupun perhiasan duniawi yang sarat dengan standar materi. Sebaliknya, kerisauan, keresahan, dan kegalauan hati adalah sesuatu yang bisa datang kapan saja dan dimana saja, dan tentu hal ini sangat mengganggu seseorang dalam menjalani hari-harinya. Lalu, bagaimana cara yang ampuh untuk bisa mencapai ketenangan jiwa itu? Mari kita simak firman Allah berikut ini;

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram. Ketahuilah, dengan sebab dzikir kepada Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d: 28)

Ya, tidaklah ketenangan hati dapat diperoleh kecuali dengan berdzikir kepada Allah. Maka, dzikir adalah sebuah perkara yang sangat penting untuk kita pahami segala aspeknya. Hal ini tentu tidak lepas dari keutamaan berdzikir serta manfaat dunia dan akhirat yang bisa kita peroleh jika kita mengamalkannya dengan benar. Tentunya, beramal sesuai dengan syariat selalu memerlukan ilmu dari sumber-sumber yang dapat dipercaya pula. Sebab hanya dari ilmu-lah, kita dapat memiliki pengetahuan tentang dzikir-dzikir syar’i, maupun doa-doa nabawi yang memiliki posisi yang sangat tinggi dalam agama, dan kedudukan yang khusus dalam jiwa-jiwa kaum muslimin.

Alhamdulillah, kini telah hadir di tengah-tengah kita sebuah risalah yang akan menuntun kita untuk dapat memahami dan mengamalkan dzikir dan doa dengan benar. Risalah tersebut adalah Kitab Fiqih Doa dan Dzikir. Terdiri atas dua seri kitab yang akan mengkaji tentang dzikir dan doa-doa nabawi, ditinjau dari segi hukum fiqihnya, kandungan berupa makna-makna yang agung, indikasi-indikasinya yang sangat besar, pelajaran yang berharga, ibrah yang menggugah, dan hikmah yang mendalam. Kedua seri kitab Fiqih Doa dan Dzikir ini mengumpulkan perkataan para ahli ilmu dalam bahasan yang menyeluruh dan mendalam.

Masing-masing serinya setebal 705 dan 650 halaman. Dikemas dalam bentuk buku hardcover dengan desain warna hijau tua dengan kombinasi kuning emas yang elegan. Kitab berukuran 16x 24,5 cm ini menggunakan font huruf yang memberikan kenyaman saat membacanya, dilengkapi dengan catatan kaki di akhir halaman yang memudahkan kita untuk menelusuri kitab-kitab yang dijadikan rujukan dalam penyusunannya, ataupun periwayat hadits yang dinukil di dalamnya.

Sebagian besar dari isi Kitab Fiqh Doa dan Dzikir ini telah disiarkan pada program siaran Al Qur’an Al Karim di Kerajaan Arab Saudi, kemudian dikumpulkan dalam bentuk tertulis, sehingga memudahkan dalam mempelajarinya dan menyebarluaskan kedalaman ilmu yang dikandungnya. Bagian awal dari kitab ini telah dikoreksi oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Mufti Umum Kerajaan Arab Saudi yang juga turut memberikan ucapan pembuka pada kitab yang sarat manfaat ini.

Kitab Fiqih Doa dan Dzikir ini disusun oleh Syaikh Abdurrazak bin Abdul Muhsin Al Badar. Beliau adalah salah satu tim pengajar dan guru besar bidang Aqidah di Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia serta pengisi tetap pengajian di Masjid Nabawi. Beliau pun aktif menjadi narasumber di majelis pengajian yang disiarkan televisi dan radio Saudi Arabia serta menjadi pengisi kajian rutin di Radio Rodja 756 AM yang diterjemahkan oleh para asatidz Indonesia yang belajar di Saudi Arabia. Syaikh Abdurrazzak menempuh pendidikan di bidang aqidah hingga mencapai gelar doktoral, serta belajar langsung dari para ulama besar di Arab Saudi, diantaranya dari Asy Syaikh ’Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah dan Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah. Ayah beliau, Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah, adalah ulama besar ahli hadits yang diakui keilmuannya di zaman ini. Selain mengajar dan mengisi berbagai majelis ilmu, Syaikh Abdurrazaq juga telah menghasilkan berbagai karya tulis, diantaranya Adzkar Ashalah Wad Du’a, Syarh Hâsiyah Abî Dâwud, dan Fiqhu ad-Da’iyah wal Adzkâr atau yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Fiqih Doa dan Dzikir yang sedang kita bahas saat ini[1]

Kedua seri kitab Fiqih Doa dan Dzikir terbagi atas empat bab pembahasan, dimana tiap serinya masing-masing memuat dua bab. Tiap bagian ini terbagi lagi menjadi beberapa sub-pembahasan yang akan memberikan penjelasan baik secara umum maupun terperinci perihal dzikir dan doa. Mempelajari kitab ini bukan hanya memberikan kita pemahaman tentang dzikir dan doa yang syar’i, namun juga membuka wawasan kita tentang penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam pemahaman maupun pengamalann dzikir dan doa, sehingga kita bisa menghindarkan diri dari penyimpangan tersebut. Sebab, dzikir dan doa yang tidak disyariatkan bisa sampai pada derajat haram atau terkadang hukumnya makruh (dibenci), sehingga sangat patut untuk kita hindari.

Pada bagian yang pertama, Syaikh Abdurrazak menguntai penjelasan tentang berbagai hal mendasar perihal dzikir kepada Allah. Mulai dari urgensi dan keutamaan berdzikir, hingga adab-adab yang harus diperhatikan dalam pengamalannya. Pada bagian ini pula dijelaskan tentang kemuliaan Al Qur’an sebagai dzikir yang paling utama, serta dzikir kepada Allah dengan menyebut nama-nama dan sifat-sifat Allah. Pembahasan tentang dua hal ini kemudian dirincikan pada bagian-bagian yang lain, misalnya dengan pemaparan tentang proses turunnya Al Qur’an, keutamaan ayat-ayat dalam al Qur’an, juga dibahas pula tentang urgensi nama dan sifat Allah, bahkan hingga peringatan terhadap penyimpangan pada nama-nama Allah. Pembahasan-pembahasan ini tentunya berkaitan erat dengan perihal dzikir, dan di waktu yang bersamaan juga memberikan kita tambahan ilmu baru tentang hal-hal yang berkaitan dengan Al Qur’an dan nama serta sifat Allah.

Selain itu, bagian pertama juga memuat tentang keutamaan empat kalimat dzikir yang utama, yakni Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah, wallahu akbar. Keempat-empatnya dirincikan dalam poin-poin pembahasan pada sub bab pertama, dengan pembahasan yang mendalam dan menyeluruh pula. Kita akan menemukan keutamaan kalimat tauhid laa ilaha illallah sebagai dzikir yang paling utama, bahkan hingga syarat-syaratnya, indikasi dan maknanya, hingga pembatal-pembatalnya. Keutamaan kalimat tauhid sebagai pokok juga ditunjang dengan kalimat tasbih, tahmid, dan takbir sebagai cabang-cabangnya. Ketiga hal ini juga dibahas dengan tuntas pada bab  pertama. Setiap bagian dijelaskan secara padat namun singkat. Bahasa yang digunakan sangat mendalam namun juga mudah dipahami. Anda tidak akan jenuh dengan untaian kata dari Syaikh Abdurrazak, sebab setiap bagian dirincikan dengan apik dan menyeluruh, namun dikemas secara ringkas pada tiap sub babnya.

Selain keempat kalimat dzikir yang utama, di bagian akhir bab pertama juga dibahas tentang kalimat hauqalah, yakni laa haula wa laa quwwata illa billah yang dalam banyak riwayat juga banyak digandengkan bersamaan dengan keempat kalimat sebelumnya. Kalimat yang bermakna penyerahan dan kepasrahan diri kepada Allah ini memiliki keutamaan meliputi keagungan kedudukan di sisi Allah serta balasan pahala yang disiapkan atasnya.

Sedangkan pada bab kedua, pembahasan dilanjutkan dengan pemaparan seputar doa. Bab dua ini juga memuat sub-sub bab yang akan menjelaskan secara rinci dan menyeluruh seputar doa. Mulai dari keutamaan dan urgensinya, syarat dan adab-adabnya, keutamaan doa-doa yang dinukil dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam , dilengkapi dengan penjelasan kandungannya serta kesempurnaan maksud-maksudnya yang mulia. Untuk memudahkan kita dalam menjalankan sunnah, dipaparkan pula seputar waktu-waktu dan keadaan bagi seorang muslim dimana doanya lebih dapat dikabulkan. Dijelaskan juga perihal keutamaan mendoakan orang beriman, termasuk orang tua, kerabat, dan pemimpin kaum muslimin.

Kita juga akan dituntun untuk menghindari doa-doa dan wirid yang menyimpang, serta diingatkan pada dampak negatif bagi pelakunya. Tidak lupa pula dibahas tentang peringatan terhadap syirik dalam doa-doa yang menyimpang serta bahayanya jika kita tidak memperhatikan hal ini. Selain itu, dibahas pula perihal tawassul yang disyariatkan, serta yang tidak disyariatkan.  Pada bagian akhir bab ini, tidak ketinggalan pula pembahasan tentang bertaubat dari dosa pada saat berdoa serta kedudukan istighfar.

Memasuki seri kedua, kita akan kembali disuguhkan dengan untaian bab ketiga dan keempat. Kedua bab ini akan membahas tentang dzikir yang berkaitan dengan amalan sehari semalam dan doa-doa yang disebutkan dalam al Qur’an dan as Sunnah.

Bab ketiga akan mengajak kita untuk meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang senantiasa berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan. Pada setiap sunnah yang ditegakkan mulai dari kita membuka mata saat bangun tidur, hingga kita memejamkannya di malam hari, terdapat berbagai macam dzikir yang penuh dengan keutamaan.

Bab ketiga ini memuat lima puluh lima seri sub bab yang akan memberikan kita pengetahuan seputar dzikir dalam sehari semalam yang disyariatkan  sehingga kita dapat mencermati kandungannya, memikirkan maksud-maksudnya, tujuan-tujuannya, serta merealisasikan sasaran-sasaran dan semua konsekuensinya. Hal ini diharapkan akan memberikan kita kebaikan yang beruntun dan nikmat yang berkelanjutan baik di dunia maupun di akhirat. Allah berfirman dalam kitabNya;

Laki-laki yang banyak berdzikir dan perempuan yang banyak berdzikir, Allah siapkan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung”. (QS. Al Ahzab:35)

Dzikir-dzikir yang berkaitan dengan amalan sehari semalam ini sebenarnya telah mendapatkan perhatian yang besar di kalangan kaum muslimin. Semangat itu tentunya akan sangat baik jika disertai dengan pengetahuan tentang dzikir yang shahih dan makna yang benar. Bab ketiga ini memaparkan hal tersebut, sehingga memudahkan kita untuk menemukan dzikir-dzikir yang disyariatkan, mulai dari pagi dan petang hingga dzikir-dzikir menjelang tidur. Juga memaparkan tentang dzikir-dzikir dalam shalat hingga doa untuk memohon hujan, saat melihat gerhana ataupun waktu menatap hilal, dzikir pernikahan dan yang berkaitan dengan anak-anak, hingga ditutup dengan doa kafarat majelis. Kesemuanya itu bukan hanya sekadar menampilkan teks-teks dzikir dan doanya saja, namun juga memberikan pemaparan yang komprehensif berkaitan dengan dzikir tersebut serta faidah-faidah yang terkandung didalamnya dan tentunya didukung dengan dalil-dalil yang shahih.

Pada bagian terakhir dari seri kitab Fiqh Doa dan Dzikir ini, bab keempat akan menyuguhkan kita lautan doa-doa nabawi  yang penuh makna dan berasal dari al Qur’an dan as Sunnah. Di dalamnya terangkum doa-doa para nabi dan orang-orang shalih yang tentunya memiliki riwayat yang akurat dan shahih, disertai pula dengan penjelasan makna, penjelasan kandungan,  serta penyitiran hukum dan tujuannya. Bagian ini disarikan dari perkataan para ahli ilmu di kitab-kitab tafsir, syarah-syarah hadits , kitab-kitab tentang kosa kata sulit, dan sebagainya.

Pada imam salaf dan ulama kaum muslimin memberikan perhatian khusus dan serius dengan doa-doa al Qur’an dan sunnah, karena apa yang ada pada keduanya adalah kesempurnaan, kemaksuman, dan keselamatan. Mengamalkan hal ini diharapkan dapat membawa kita untuk meraih kebaikan dan jalan keselamatan. Bab keempat ini akan menguraikan doa-doa yang shahih, mulai dari yang terdapat dalam surah al fatihah, doa Nabi Ibrahim hingga doa nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, doa orang-orang beriman, hingga untaian doa lengkap dari as Sunnah yang masing-masingnya dipaparkan dengan lengkap dalam beberapa seri sub bab.

Pada akhirnya, pembahasan tentang seri kitab Fiqh Doa dan Dzikir ini tidak akan pernah cukup untuk memaparkan kandungan kitab ini. Maka, risalah yang sangat berharga ini tentunya menjadi patut untuk dimiliki oleh setiap kaum muslimin. Keluasan cakupannya tidak membebani kita dalam memahami kandungannya, sebab ia dituliskan dengan bahasa yang indah dan mudah dipahami, serta diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara apik dan jelas. Sehingga, kita dapat dengan mudah untuk menyelesaikan dalam menelusuri dan mengkajinya. Kitab ini adalah sebuah warisan yang sangat berharga yang menyimpan keluasan samudera ilmu dan kedalam makna yang semoga dapat mengantarkan kita untuk mengilmui perihal dzikir dan doa, yang semoga akan membawa kita kepada jalan untuk mengamalkannya secara benar, serta mendakwahkannya dengan penuh kesabaran. In syaa Allah. 

*ditulis untuk rubrik Resensi Buku Islam di Radio Rodja


[1] Profil Syaikh Abdurrazaq berdasarkan artikel dari:  http://muslim.or.id/biografi/biografi-syaikh-prof-dr-abdurrazzaq-bin-abdil-muhsin-al-abbad-al-badr.html

[Resensi Buku Islam] 150 Tanya Jawab Seputar Anak Muslim



Pada setiap anak hari ini, kita dalam melihat gambaran peradaban di masa depan. Ya, anak merupakan amanah besar yang dititipkan oleh Allah kepada kedua orang tuanya. Orang tua sebagai orang terdekat dari seorang anak, tentunya memiliki peranan yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangannya, serta berperan dalam mengarahkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan tentang hal ini lewat sabdanya; 

Semua bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR.Bukhari)

Karena itulah, sangat penting bagi setiap orang tua untuk menyiapkan bekal yang cukup dalam mendidik dan mengurus anak-anaknya. Bekal tersebut tentu saja bukan hanya sebatas materi belaka, namun juga ilmu dan pengetahuan seputar hukum-hukum syariat tentang permasalahan seorang anak baik yang berkaitan dengan urusan dunianya, terlebih untuk perkara akhiratnya.

Orang tua yang baik tentu menginginkan yang terbaik pula untuk buah hatinya. Maka wajar saja jika kemudian para orang tua membutuhkan arahan dan tuntunan, serta kerap kali memiliki berbagai macam pertanyaan seputar hal-hal yang berkaitan dengan masalah anak. 

Alhamdulillah, untuk menjawab kebutuhan tersebut, kini telah hadir di tengah-tengah kita, sebuah buku yang insya Allah akan memberikan pencerahan bagi para orang tua, guru, pendidik, atau siapa saja yang memiliki tanggung jawab untuk mengasuh dan mengarahkan seorang anak. Buku ini berjudul 150 Tanya Jawab Seputar Anak Muslim. Buku setebal 202 halaman ini dikemas dalam dengan sampul softcover yang tentunya akan memberikan kenyamanan saat kita membacanya dimana saja dan kapan saja. Sampulnya didesain dengan menggunakan warna-warna yang cerah dan layout yang memikat, dengan ukuran 15,5 x 23, 5 cm. Pada sampul buku yang disusun oleh Yahya bin Sa’id Alu Syalwan ini juga dicantumkan nama para ulama besar Islam saat ini, yang berkontribusi dalam memberikan fatwa-fatwa yang dimuat dalam buku ini, beliau adalah Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz, Syaikh Muhammad Shalih al Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Abdirrahman bin Jibrin, dan Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan, serta tidak ketinggalan pula kumpulan fatwa dari Al Lajnah ad Daimah lil Buhuts al Ilmiah wal Ifta’. 

Buku ini tentu menjadi koleksi yang akan sangat berharga sebab merupakan kombinasi yang komplit dari berbagai kitab-kitab fatwa para ulama besar tersebut, baik secara individu ataupun yang tergabung dalam Komite Tetap untuk Penelitian dan Fatwa. 

Anda tidak perlu khawatir akan kesulitan dalam menelusuri berbagai macam nasihat dan ijtihad yang dimuat dalam buku ini, sebab setiap pertanyaan dan jawaban seputar anak muslim telah dikelompokkan ke dalam beberapa bagian yang teruntai pada lima belas bab.

Buku ini disusun dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang selanjutnya akan dijawab oleh para ulama dengan pembahasan yang jelas, padat, namun mudah untuk dipahami, serta tentunya berdasarkan dalil-dalil yang shahih baik secara naqli maupun aqli. Berbagai pertanyaan yang dibahas tersebut merupakan permasalahan-permasalahan yang sangat umum dijumpai setiap orang tua dan kerap kali terjadi di sekitar kita, sehingga insya Allah buku ini akan membantu Anda untuk menjawab pertanyaan yang juga mungkin kerap kali muncul dalam pikiran Anda, sekaligus memberikan Anda wawasan yang baru perihal segala sesuatu yang berhubungan dengan anak.

Selain itu,  daftar isi buku ini juga merincikan tema dari setiap pertanyaan di tiap bab, sehingga memudahkan kita untuk langsung menuju ke halaman yang memuat permasalahan yang mungkin ingin segera kita temukan jawaban atau solusinya. 

Dimulai dengan bab pertama yang membahas tentang permasalahan aqidah. Berbagai macam pertanyaan seputar masalah aqidah akan dijawab pada bab ini. Mulai dari pembahasan tentang keyakinan kita pada ketetapan Allah perihal keturunan, bagaimana konsekuensi dari amal shalih yang dilakukan anak sebelum usia baligh, hingga penjelasan berbagai ritual-ritual semisal menggantungkan jimat pada anak, atau rangkaian acara pada moment khitanan anak. Semuanya akan dijawab dengan jelas oleh para ulama, dan bukan hanya tentang permasalahan anak saja, namun juga menuntun para orang tua untuk dapat bersikap dengan benar dan sesuai dengan aqidah dalam hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas mengurus anak. 

Bab kedua dan bab ketiga memaparkan seputar pemberian nama dan aqiqah. Pada bab ini, rangkaian pertanyaan yang dimuat akan memberikan pencerahan kepada kita tentang kaidah-kaidah yang benar dalam memberikan nama kepada anak, serta tuntunan dalam permasalahan aqiqah yang terkadang masih mengalami kerancuan di tengah masyarakat. 

Pada bab keempat hingga keenam, akan ditampilkan pembahasan tentang thaharah, shalat, zakat, dan harta anak yatim. Kita akan dituntun untuk mengetahui lebih dalam seputar masalah kesucian yang berkaitan dengan anak, misalnya tentang hukum-hukum khitan, apakah sama kedudukannya antara khitan anak lelaki dengan anak perempuan? Apakah anak yang telah meninggal tetap wajib untuk dikhitan jika belum sempat dikhitan? Atau tentang tanda-tanda baligh pada seorang anak. Permasalahan berkaitan dengan shalat juga sangat penting untuk kita cermati. Pembahasan ini akan membuka cakrawala berpikir kita sehingga kita akan lebih tepat dalam menyikapi kapan waktu yang pas untuk anak diajarkan shalat, dibawa ke masjid, dan kapan pula seorang anak bisa menjadi imam? Berbagai macam pertanyaan lainnya berkaitan dengan hal ini juga akan dijawab dengan tuntas pada bab kelima. Begitu pula tentang zakat dan harta anak yatim. Kewajiban zakat tertentu pada seorang anak serta pengelolaan harta anak yatim tentunya merupakan perkara yang sangat penting untuk kita pahami. Kesemuanya itu akan dibahas dengan tuntas dan praktis lewat tanya-jawab pada bab keenam.
Anda masih sering bingung dengan pertanyaan seputar puasa dan haji bagi anak-anak? Mungkin pertanyaan yang sama juga sudah dijawab pada bab ketujuh dan kedelapan. Ya, mulai dari hukum puasa bagi anak, hingga pahala puasa anak, serta kedudukan haji bagi seorang anak yang mengerjakannya saat belum baligh hingga kasus tentang anak yang memasuki usia baligh tepat saat berhaji, akan dijawab dengan tuntas pada kedua bab ini. 

Permasalahan tentang sepersusuan atau ar-Radha’ah juga merupakan hal yang penting untuk kita pahami. Sebab, masalah ini berhubungan erat dengan perkara mahram bagi seseorang. Kapan sepersusuan menyebabkan dua orang anak menjadi mahram? Bagaimana jika hukum sepersusuan itu meragukan? Serta sepersusuan seperti apa yang tidak membawa pengaruh apa-apa? Temukan jawabannya pada bab kesembilan. 

Beralih pada bab-bab berikutnya, maka kita akan disuguhkan berbagai macam tema yang juga tidak kalah penting untuk kita ilmui bersama. Misalnya tentang tindakan kriminal yang berimplikasi pada kewajibab orang tua membayar diyat atau kaffarah, pembahasan tentang tarbiyah atau pendidikan anak, begitu pula tentang ta’lim atau pengajaran pada anak, tutunan dalam mengatur cara anak berbusana, pemilihan mainan untuk anak yang diperbolehkan dalam syariat, hingga tema-tema lainnya mulai dari tuntunan saat bayi baru lahir hingga pembahasan seputar anak yang diadopsi. Semua pembahasan itu akan dipaparkan dengan lengkap pada bentangan bab sepuluh hingga bab kelima belas.  

Pada akhirnya, insya Allah terdapat kemanfaatan yang besar dengan memiliki buku 150 Pertanyaan Seputar Anak Muslim. Tentunya bukan hanya sebagai koleksi untuk pemanis rak buku Anda, namun dapat menjadi rujukan yang shahih yang membahas tentang aqidah, fiqh, akhlak, pendidikan, hingga permasalahan-permasalahan lainnya yang akan sangat penting untuk kita pahami. Berbagai macam fatwa dari kitab-kitab para ulama telah disusun dan dikemas dalam satu buku yang praktis, sehingga akan memberikan kemudahan bagi Anda. Semoga dengan memiliki ilmu dan pemahaman yang lurus seputar permasalahan anak, kita dapat menjadi orang tua yang bertanggung jawab, serta dapat mengarahkan anak-anak kita menjadi generasi penerus yang akan memiliki peranan penting dalam mengembalikan dan menyongsong kejayaan umat. Insya Allah... 

*ditulis untuk rubrik Resensi Buku Islam di Radio Rodja

[Resensi Buku Islam] Bunga Rampai Rukun Islam



Rukun Islam merupakan perkara yang telah kita pelajari sejak sekolah dasar. Namun, berapa banyak diantara kita yang merasa penting untuk lebih mempelajarinya secara mendalam? Padahal, Rukun Islam sangat perlu untuk kita pahami dengan baik, sebab ia berkaitan langsung dengan ibadah-ibadah kita kepada Allah. 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya oleh Jibril Alaihissalam, “Wahai Muhammad, beritahukanlah kepadaku tentang Islam!”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun menjawab, “Islam adalah Kau bersaksi bahwa tiada Ilah (sembahan) yang berhak diibadahi selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah; mendirikan shalat, menunaikan zakat; puasa pada Bulan Ramadhan; dan melaksanakan haji bagi yang mampu menjalaninya” (HR. Muslim)

Nah, ibadah-ibadah yang terangkum dalam Rukun Islam ini tentunya harus dikerjakan dengan ikhlas dan ittiba’urrasul, yakni sesuai dengan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebab hal ini berkaitan erat dengan syarat diterimanya ibadah, maka sangat penting bagi kita untuk memastikan bahwa kita telah melaksanakannya berdasarkan dalil-dalil yang shahih, dan bukan hanya asal ikut-ikutan saja.

Untuk itulah, sepaket buku Bunga Rampai Rukun Islam hadir di tengah-tengah kita. Paket ini terdiri dari lima buah seri buku yang masing-masing bukunya membahas tuntas dan lengkap mengenai lima Rukun Islam, dimulai dari pembahasan tentang Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa, hingga Haji. Kelima buku dengan ukuran 13,5 x 21 cm ini dikemas dalam sebuah box yang praktis dengan jumlah halaman mulai dari 210 hal hingga 283 hal. Cover tiap buku didesain secara eksklusif dengan layout isi yang memberikan kenyamanan saat pembaca menikmati untaian ilmu yang dipaparkan oleh para ulama yang kapabel di bidangnya masing-masing. 

Seri pertama dari Bunga Rampai Rukun Islam yang membahas Makna Dua Kalimat Syahadat disusun oleh ulama-ulama ternama, yaitu Dr. Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin, Dr.Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan, dan Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz. Kolaborasi ini tentunya akan memberikan kita suguhan yang komprehensif tentang perkara Syahadatain, mulai dari maknanya, penjelasan maknanya, hingga tentang hal-hal yang membatalkan keislaman seseorang. Kesemuanya ini tentunya sangat penting untuk kita ketahui dan pahami sebagai seorang muslim agar aqidah kita tetap terjaga dan kita menyakini agama ini dengan sebenar-benarnya keyakinan. Kita akan menemukan, bahwa syahadat tidaklah sesederhana ucapan di bibir saja, namun mengandung makna yang sangat mendalam dan berkaitan erat dengan keyakinan kita. 

Sedangkan pada seri yang kedua dengan tajuk Sifat Shalat Nabi, kita akan disuguhkan dengan karya dari Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani yang tentunya tidak kita ragukan lagi kapasitas keilmuan beliau dalam hal ini. Seri kedua ini menjadi buku yang paling tebal diantara buku yang lain sebab di dalamnya mencakup segala hal tentang perkara shalat yang dibahas secara lengkap mulai dari keutamaan dalam menegakkan shalat sesuai dengan sifat shalat Nabi, gerakan-gerakannya, hingga bacaan dan surah-surah yang dianjurkan untuk dibaca pada masing-masing waktu shalat. Risalah ini akan menjawab dengan tuntas setiap pertanyaan kita tentang rukun iman kedua ini, sekaligus akan menjadi kawan baik yang dengan santun akan memperbaiki kesalahan-kesalahn shalat yang mungkin saja tanpa sadar sering kita lakukan. Sehingga, shalat kita bisa benar-benar mencontoh kepada cara shalat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan sempurna, dan kita memiliki pengetahuan yang menyeluruh tentang dalil-dalil dari setiap komponen dalam shalat kita. Shalat bukan lagi sekadar gerakan-gerakan tanpa makna, namun telah kita ilmui dengan baik, sehingga dapat memberi dampak pada kehidupan kita secara menyeluruh. 

Sedangkan seri ketiga hingga kelima bertema Zakat, Puasa, dan Haji, ditulis dengan apik oleh Prof Dr. Abdullah Muhammad ath-Thayyar yang merupakan guru besar di Universitas Muhammad Ibnu Sa’ud dan juga merupakan Wakil Menteri Urusan Islam, Waqaf, Dakwah, dan Bimbingan Islam di Kerajaan Arab Saudi. Seri tentang Zakat dan Haji dari paket buku ini diambil dari program penerbitan Risalah Pengenalan Islam yang diterbitkan oleh Pusat Pembahasan Ilmiyah Universitas Islam Al Imam Muhammad bin Sa’ud. Sama halnya dengan kedua seri sebelumnya, tiga seri terakhir ini pun membahas secara gamblang tentang berbagai macam hal yang patut kita ketahui berkaitan dengan Rukun Islam ketiga hingga kelima. 

Bunga Rampai Rukun Islam memberikan pemahaman yang mendalam kepada pembaca, sehingga dapat memberikan pencerahan yang berkaitan dengan pemahaman, keyakinan, dan aqidah kita dalam menjalani setiap ibadah tersebut. Tidak hanya sampai di situ, selain sisi-sisi pemahaman tentang konsep ibadah, tidak ketinggalan pula diberikan penjelasan secara detil mengenai teknis-teknis dalam hal ibadah sehingga kita dapat memastikan bahwa segala hal yang terkait dengan ibadah kita telah kita laksanakan dengan benar, baik dari segi pemahaman maupun teknisnya yang sesuai dengan dalil yang shahih dan tentunya telah dicontohkan dan dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Selain itu, dibahas pula tentang berbagai macam keutamaan dari ibadah-ibadah tersebut, sehingga dapat memotivasi kita untuk lebih bersemangat dalam menjalankannya. 

Menuntut ilmu syar’i melalui sepaket buku ini tentunya akan memudahkan kita dalam memahami Rukun Islam dan juga tentunya akan memperluas wawasan kita tentang hal-hal yang berkaitan di dalamnya. Misalnya, pada seri ketiga tentang Puasa, selain pembahasan tuntas tentang ibadah puasa dan Bulan Ramadhan, pengetahuan kita akan diperkaya dengan gambaran tentang puasa umat-umat terdahulu sebelum datangnya Islam. Begitu pula dalam seri terakhir tentang Haji, selain membahas tentang segala hal berkaitan dengan rukun kelima ini serta panduan manasik haji yang disusun dengan praktis dan mudah dipahami, akan ditemukan pula penjelasan tentang kekeliruan-kekeliruan yang banyak dilakukan oleh jama’ah haji, dimana mengetahui tentang hal ini akan menghindarkan kita dari kesalahan-kesalahan tersebut, sehingga kita dapat menyempurnakan ibadah haji kita. Selain itu, terdapat pula penjelasan tambahan perihal hal-hal yang berkaitan dengan ibadah Umrah yang mencakup hukum-hukum dan adab-adab dalam pelaksanaannya.  

Rangkaian seri buku ini pun menjadi semakin istimewa dengan adanya berbagai macam keunggulan-keunggulan di dalamnya. Buku ini disusun dengan mengumpulkan antara ketelitian ilmiah sehingga kita dapat memperoleh informasi-informasi yang shahih, serta dituturkan dengan bahasa yang memiliki kejelasan makna sehingga dapat dipahami oleh semua orang dan tidak membuat kening kita mengernyit saat membacanya. Misalnya saja, pada seri ketiga tentang Zakat, maka penulis tetap menggunakan istilah-istilah mengenai zakat, namun dengan memberikan penjelasan dalam analogi kontemporer saat ini, sehingga lebih mudah untuk dipahami, namun juga tidak mengurangi esensi dari sisi ilmiyahnya. 

Bahasa yang digunakan dalam buku ini relatif ringan dan dilengkapi dengan dalil-dalil yang shahih dari Al Qur’an dan As Sunnah, juga disertai dengan catatan kaki yang akan memberikan kepada kita penjelasan yang lebih mendalam mengenai suatu poin tertentu ataupun tentang derajat hadits yang digunakan dalam pembahasannya. Maka, selain memberikan kita tambahan wawasan tentang hadits itu, kita juga akan merasa tenang dalam mengamalkannya. 

Pada akhirnya, buku ini sangat layak untuk menjadi salah satu koleksi di rak buku kita. Tentu bukan sebagai pajangan, namun dapat menjadi teman setia yang akan menghamparkan lautan ilmu yang penuh dengan manfaat. Membaca buku ini akan menyadarkan kita tentang keluasan cakupan dari agama kita, sekaligus memperlihatkan kepada kita betapa sempurnanya setiap hal diatur dalam Islam. Kita akan menemukan penjelasan yang sistematis dan terstruktur sehingga lebih mudah dicerna untuk dipahami dan diamalkan. Sehingga, untaian Rukun Islam dapat kita ketahui secara sempurna dan memberikan kepada kita motivasi untuk mengamalkannya secara sempurna pula, in syaa Allah.

Jumat, 26 September 2014

[Catatan Setelah Membaca] ; Menyelami Barakah bersama Lapis-Lapis Keberkahan



Sejak Islamic Book Fair digelar, saya sudah deg-degan. Apa pasal? Salah satu rangkaian dari kegiatan tersebut adalah softlaunching buku terbaru dari penulis favorit saya; Ustadz Salim A. Fillah. Buku itu diberi judul; Lapis-Lapis Keberkahan. Selalu ada perasaan bahagia ketika mendengar penulis yang saya sukai akan menerbitkan buku terbarunya. Seperti menunggu-nunggu; waah... ia akan menuliskan apa lagi ya? Penantian yang menyenangkan.

Lalu akhirnya, setelah sempat melewatkan kesempatan pre-order edisi bertanda tangan, yang saya ketahui begitu santun mengembalikan ‘uang kembalian’ yang melebihi estimasi harga sebelumnya (pro-u memang keren!), saya akhirnya bisa mendapatkan buku ini. Dengan bantuan seorang ukhti, kami berboncengan ke Toko Buku Mutiara Ilmu di Jalan Perintis, setelah kantor Marcedes Benz, belakang salon Azka (mungkin ada yang mau berkunjung?). Menurut saya, tempat itu cukup surga J. Buku-buku yang dijualnya menarik, mulai dari buku Islam populer, buku-buku rujukan, hingga majalah Islami lama yang dijual setengah harga. Saya tidak boleh sering ke sana atau bertahan di sana dalam waktu lama jika tidak ingin dompet saya jebol. Hehehe...

Setelah berhasil memiliki buku seharga seratus ribu itu, saya pun akhirnya bisa menikmatinya. Harus saya akui, akhir-akhir ini saya jarang membaca. Beberapa buku di rak masih ada yang belum saya tamatkan. Saya tidak ingin menjadikan kesibukan domestik sebagai kambing hitamnya. Toh saat akhirnya bisa insyaf dan mulai merutinkan membaca lagi, ternyata saya bisa kok. Dan perjuangan untuk mengkhatamkan buku ini juga membuat saya sadar bahwa tempat membaca paling nyaman memang masih dimenangkan oleh; perjalanan di atas angkot. Ya, saat saya hanya bersama orang-orang asing dan tidak ada yang mengganggu. Apa yang lebih menjengkelkan dibanding diganggu saat sedang membaca?

Baiklah, mari kita mulai membahas buku ini!

Buku ini kembali memperlihatkan kualitas dari seorang Salim A. Fillah. Gaya bertuturnya yang tidak membaku dan bahkan cenderung membuat sebuah tren baru dalam berbahasa, keterampilannya mengolah sirah menjadi cerita deskriptif yang penuh rasa, serta kepiawaiannya mengikat makna dari teori-teori dalam ilmu agama, sudah tidak bisa diragukan lagi. Karakter menulisnya yang cenderung puitis dan lepas dalam bagian-bagian tulisan yang tidak begitu panjang juga masih menjadi ciri yang nampak dari karyanya yang satu ini. Hanya saja, di buku ini, terlihat beberapa kali Ust Salim memberikan poin-poin sistematis pada bagian tertentu –sesuatu yang tidak dilakukannya pada Dalam Dekapan Ukhuwah atau Jalan Cinta Para Pejuang.

Buku setebal 517 halaman ini mengingatkan saya pada pengalaman membaca serial Muhammad karya Tasaro GK. Tidak heran khan, mengapa saya harus berjuang untuk menamatkannya?

Terbagi dalam tiga bagian besar, Lapis-Lapis Keberkahan secara komprehensif membahas tentang berkah dengan segala makna dan hal-hal yang terkait di dalamnya. Salim A. Fillah lagi-lagi memberikan judul tiap bagian, tiap bab, dan tiap tulisan dengan judul-judul bernuanasa puitis yang tidak biasa. Bagian pertama; Beriris-iris Asas Makna menguraikan makna dari barakah. Bagian kedua; Bertumpuk-Tumpuk Bahan Karya membahas tentang berbagai hal yang terkait dengan berkah; mulai dari ilmu, rejeki, amalan, hingga tempat-tempat tertentu di muka bumi. Part terakhir dari bagian ini berisi catatan perjalanan beliau ke bumi Syam yang disertai dengan foto-foto dokumentasi. Ini adalah bagian favorit saya yang membuat saya setengah mati menahan air mata saat membacanya, meski akhirnya jebol juga. Bagian ketiga; Bersusun-susun Rasa Surga memaparkan perihal rasa surga yang dibawa oleh keberkahan itu. Menguraikan sosok para generasi terbaik, membahas tentang bagaimana membangun keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, hingga tentang tata negara yang dapat mendatangkan berkah. Lengkap, ya!

Jika boleh memberikan sumbang saran pada karya-karya Salim A. Fillah berikutnya, saya hanya menginginkan satu hal; halaman indeks! Ya, untaian ilmu di dalam setiap karya beliau sungguh merupakan harta karun yang dapat dijadikan rujukan –sebab ia selalunya merujuk pada kitab-kitab para ulama besar. Namun terkadang, saya kesulitan saat harus melakukan penelusuran ulang karena pilihan judul yang begitu puitis dan menjadikannya kadang kurang representatif secara gamblang pada isi tulisan. Beberapa pembahasan juga dibuat ‘menyempil’ pada satu tulisan dan tidak dijadikan satu poin yang berdiri sendiri secara terpisah. Selama ini, saya sangat menikmati susunan karya dari Salim A. Fillah, terasa ringan dan menyenangkan untuk di lahap. Tidak kaku dan tidak terasa berat. Selalu mudah untuk mengemilnya dengan meloncat pada pembahasan-pembahasan yang diinginkan tanpa harus kebingungan, pun saat ingin melahapnya secara berurutan dari halaman mula hingga akhir.  Namun satu hal itu tadi saja yang membuat saya selalu harus menyiapkan sticky notes agar tidak perlu kesulitan saat harus melakukan penelusuran berikutnya tanpa harus membaca ulang seluruh isi buku. Maka, keberadaan indeks akan terasa sangat membantu.

Saya telah membaca semua karya Salim A. Fillah kecuali Indahnya Merayakan Cinta (uhuk!) serta beberapa kali mengikuti rekaman ceramah beliau di Majelis Jejak Nabi, kunjungan luar negeri, atau acara lainnya di laman youtube. Saat membaca buku ini, saya sadar bahwa beberapa sirah serta ide dan pembahasan, kembali di muat ulang di Lapis-Lapis Keberkahan. Buku ini menjadi semacam kumpulan lengkap dari buku-buku dan ceramah-ceramah beliau sebelumnya yang terkadang membahas tentang keberkahan di beberapa bagian.

Dan entah karena terkadang saya membaca buku ini dalam keadaan tidak full-focus, saya merasa karya teranyar beliau ini menggunakan bahasa yang lebih njlimet dibanding buku-buku sebelumnya. Saya beberapa kali harus mengecek aplikasi KBBI di ponsel untuk mengetahui makna dari kata yang baru pertama kali saya dapati dalam buku ini. Satu hal yang mungkin terasa ribet, namun di lain sisi juga menambah pengetahuan baru dan vocab baru bagi pembacanya.

Namun, saya tetap merasakan hal yang sama seperti saat membaca buku Salim A. Fillah sebelumnya; getaran. Ya, getaran di hati yang selalu sukses minimal membuat mata berkaca-kaca hingga air mata tertumpah. Terasa betul bagaimana lulusan fakultas teknik UGM ini menuliskan setiap kata-katanya dengan segenap ruhiyah, maka hasilnya pun menyasar tepat pada jiwa.

Pada akhirnya, saya akan tetap merekomendasikan buku-buku karya Salim A. Fillah kepada Anda. Dan, Lapis-Lapis Keberkahan ini pun merupakan satu karya luar biasa yang sebaiknya Anda miliki, atau setidaknya bisa Anda baca, minimal sekali seumur hidup. Dan, jangan percaya pada saya sebelum membuktikannya sendiri.

Makassar, 26 September 2014
Saya berazzam tidak akan membeli buku baru sebelum semua buku yang saya punya terbaca. Dan tidak akan membaca buku selanjutnya sebelum membuat [Catatan Setelah Membaca] untuk buku yang telah saya selesaikan. Doakan saya bisa konsisten ya! (^_^)/